Warga berjalan di pantai saat orang-orang berlindung di Tempat Perlindungan Topan selama badai, angin kencang dan hujan lebat, di Cox's Bazar, Bangladesh, 14 Mei 2023. (Anadolu Agency)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah Sulawesi Selatan masih berpotensi mengalami hujan hingga Februari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dalam 10 hari ke depan, terutama di kawasan pantai barat.
Prakiraan Hujan hingga Akhir Februari
Kepala BMKG Sulawesi Selatan, Ayi Sudrajat, menyatakan bahwa kondisi curah hujan bulanan masih terjadi di wilayah ini hingga Februari. "Untuk prediksi kita mungkin untuk bulanan kita kan masih ada potensi hujan sampai dengan bulan Februari ini," kata Ayi Sudrajat, Senin (2/2/2026).
Peningkatan Kewaspadaan 10 Hari ke Depan
BMKG memberikan peringatan khusus untuk periode 10 hari ke depan. Konsentrasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat lebih dominan diperkirakan terjadi di wilayah pantai barat Sulawesi Selatan.
Daerah yang perlu diwaspadai meliputi:
- Kabupaten Takalar
- Kabupaten Gowa
- Kabupaten Maros
- Kota Makassar
- Kabupaten Barru
Kondisi Relatif Kering di Pantai Timur
Berbeda dengan pantai barat, wilayah pantai timur diprakirakan mengalami kondisi yang relatif lebih kering dalam 10 hari ke depan.
“Nah, untuk yang lain misalnya kalau pantai timurnya mulai Bulukumba, kemudian Bone, Wajo sampai ke arah atas itu Luwu diprediksi 10 hari yang akan datang masih kering, hujannya masih sedikit,” jelas Ayi Sudrajat.
Proyeksi Curah Hujan dalam Kategori Normal
Secara keseluruhan, proyeksi curah hujan untuk bulan Februari 2026 diprakirakan masih berada dalam kategori normal.
“Kalau untuk prediksinya masih normal di kategorinya. Sebagian besar masih normal curah hujannya,” sebutnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































