PSM Makassar resmi merekrut striker Serbia Luca Cumic di paruh musim Super League 2025/2026 untuk menambah kekuatan lini depan.
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketajaman lini depan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi PSM Makassar di ajang Super League 2025/2026. Meski telah mendatangkan penyerang asing anyar, Luca Cumic, performa Juku Eja di sektor ofensif belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Dalam beberapa laga terakhir, PSM justru kesulitan mencetak gol, situasi yang mulai menimbulkan sorotan tajam terhadap efektivitas skema permainan dan kinerja para penyerangnya.
Data performa menunjukkan masalah serius. Dari tujuh pertandingan terakhir yang telah dijalani, tim asuhan Tomas Trucha hanya mampu mencetak dua gol.
Produktivitas tersebut jelas jauh dari harapan, terlebih bagi tim yang memiliki ambisi bersaing di papan atas.
Mandulnya lini depan membuat PSM kehilangan banyak poin penting, termasuk pada laga-laga yang seharusnya bisa dimenangkan.
Tekanan pun kini mengarah ke barisan penyerang. Nama-nama seperti Alex Tanque, Jacques Medina, Ricky Pratama, hingga rekrutan anyar Luca Cumic mulai mendapat sorotan.
Para penyerang PSM dinilai belum mampu memaksimalkan peluang yang tercipta, sekaligus belum menemukan chemistry yang solid dengan lini tengah.
Situasi ini menuntut evaluasi menyeluruh, bukan hanya pada individu pemain, tetapi juga pada pendekatan taktikal yang diterapkan.
PSM dinilai masih belum menemukan formula paling efektif untuk memaksimalkan potensi penyerang yang ada di dalam skuad. Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian para pengamat sepak bola nasional.
Pengamat sepak bola, Imran Amirullah, menilai tumpulnya lini depan PSM tidak bisa dilepaskan dari proses adaptasi dan pencarian skema yang masih dilakukan oleh pelatih kepala Tomas Trucha.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































