Tragis, Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Dibayar dengan Nyawa Siswa SD di NTT

2 hours ago 4
Siswa SD di NTT memilih mengakhiri hidup diduga karena tak bisa membeli buku dan pena.

Disclaimer: Bijaksanalah dalam membaca konten ini! Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasakan gejala depresi sehingga ada dorongan untuk mengakhiri hidup, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. Anda dapat menghubungi layanan konseling terdekat di Kota/Kabupaten Anda.

FAJAR.CO.ID -- Peristiwa memilukan seorang siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakhiri hidupnya karena tak mampu beli buku, sungguh menyayat hati. Buku dan pena seharga Rp10 ribu harus dibayar dengan nyawa bocah 10 tahun itu.

Bocah laki-laki berinisial YBS (10) itu ditemukan sudah tak bernyawa di kebun milik neneknya pada Kamis (29/1/2026) siang. Lokasi korban ditemukan berjarak sekitar tiga meter dari pondok sederhana tempat ia tinggal bersama sang nenek yang berusia sekira 80 tahun.

Surat Perpisahan yang Menyentuh

Secarik kertas berisi tulisan tangan korban yang ditujukan kepada ibunya dan keluarga ditemukan di tangannya. YBS menulis pesan perpisahan dalam bahasa daerah setempat.

"KERTAS TII MAMA RETI, MAMA GALO ZEEMAMA MOLO JA’OGALO MATA MAE RITA EE MAMA, MAMA JAO GALO MATAMAE WOE RITA NE’E GAE NGAO EEMOLO MAMA

(SURAT BUAT MAMA RETI, MAMA SAYA PERGI DULU MAMA, RELAKAN SAYA PERGI JANGAN MENANGIS YA MAMA, MAMA SAYA PERGI TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA, SELAMAT TINGGAL MAMA)," bunyi tulisan dalam secarik kertas yang semakin menambah duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |