Rocky Gerung. Foto: Ricardo/JPNN.com
FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Kabar duka yang mengiris hati datang dari Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ini terkait seorang siswa Sekolah Dasar (SD) kelas IV SD berinisial YBS (10), ditemukan meninggal dunia.
Ia diketahui harus mengakhiri hidupnya di sebuah pohon cengkih, Kamis (29/1/2026).
Tragedi seorang siswa sekolah dasar yang memilih mengakhiri hidupnya ini mengundang banyak respons dari publik.
Salah satunya datang dari Pengamat Politk, Rocky Gerung yang menyorot tajam persoalan tragedi yang menyayat hati ini.
Menurut Rocky Gerung peristiwa ini sebagai bukti kegagalan negara dalam menyediakan hak dasar bagi rakyatnya.
"Siapapun yang membayangkan kejadian itu pasti menemukan ada yang salah di dalam syarat-syarat bangsa memelihara peradaban. Ada yang salah dengan kebijakan Pemerintah di dalam memastikan keadilan sosial," kata Rocky Gerung dalam kanal Youtube Rocky Gerung Official, pada Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, Pemerintah punya peran besar dengan kegagalan dari dunia pendidikan ini.
Dimana pemerintah mengklaim ekonomi di angka 6, 7, hingga 8 persen di forum internasional, namun gagal menyediakan satu buah buku tulis untuk anak di pelosok negeri.
“Buku tulis adalah hak dia yang seharusnya disediakan oleh negara,” tuturnya.
“Buku tulis adalah kemampuan seseorang untuk memperlihatkan bahwa dia berniat untuk menjadi pemimpin di masa depan, menjadi berguna bagi bangsa, menjadi seseorang yang terdidik tanpa dia harus mengatakan bahwa dia ingin memperoleh bonus demografi,” sebutnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































