Tragedi Siswa SD di NTT Akhiri Hidup: Jangankan Beli Buku dan Pena, Hidup Seatap Bersama Orang Tua pun Tak Mampu

2 hours ago 2
surat yang ditujukan kepada ibu siswa SD di NTT

FAJAR.CO.ID -- Sungguh memilukan! siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakhiri hidup diduga karena tak mampu beli buku dan pena seharga kurang dari Rp10 ribu. Sebuah tamparan keras bagi negara yang tak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan dasar warganya.

Latar belakang siswa laki-laki berinisial YBS berusia 10 tahun itu dari keluarga dengan ekonomi sangat terbatas.

Ibu korban berinisal MGT, seorang janda yang bekerja sebagai petani sekaligus buruh serabutan. Dia sendirian bekerja untuk menghidupi lima orang anak.

Ayah korban diketahui telah meninggal dunia saat YBS masih dalam kandungan, sehingga ibunya harus menafkahi lima anak sendirian. Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat kebutuhan dasar kerap sulit dipenuhi.

Bahkan untuk tinggal bersama di bawah satu atap di dalam gubuk pun, mereka tak sanggup. Untuk meringankan beban sang ibu, korban diminta tinggal bersama neneknya di sebuah pondok sederhana yang berada di kebun.

Bagi orang tua korban, uang sebesar Rp10 ribu saja bukan perkara mudah untuk didapatkan. Kondisi ini yang membuat ibu korban tidak dapat memenuhi permintaan anaknya untuk membeli buku dan pena.

Warga dan tetangga mengenal YBS anak yang baik, pendiam, dan rajin belajar. Ia jarang menunjukkan kesedihan, sehingga kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi komunitas desa.

Korban diduga mengakhiri hidupnya setelah meminta uang untuk membeli buku tulis dan pena. Sayang, permintaan YBS tak dipenuhi orang tuanya akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |