Tolak Board of Peace, Gusdurian Desak Indonesia Tarik Diri dari Keanggotaan

1 day ago 16
Alissa Wahid

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terus menuai reaksi dari masyarakat Indonesia.

Pasalnya, Dewan Perdamaian itu dinilai tidak memberikan jaminan bagi masyatakat Palestina mendapatkan haknya. Terlebih lagi, Israel hingga saat ini terus melakukan pemboman terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Belum lagi, keterlibatan Indonesia pada Dewan Perdamaian tersebut bukan tanpa kontribusi finansial. Pemerintah Indonesia harus membayar belasan triliun untuk menjadi anggota Dewan Keamanan tersebut.

Inisiatif tersebut juga dinilai tidak benar-benar mau membantu fasilitasi terwujudnya perdamaian antara Israel dengan Palestina. Sebaliknya, inisiatif tersebut justru dinilai untuk melanggengkan imperialisme dan dominasi politik Amerika di dunia internasional.

Jaringan Gusdurian Indonesia Tolak Board of Peace

Jaringan Gusdurian Indonesia pun secara tegas menolak Board of Peace bentukan Donald Trump, karena dinilai sangat kental dengan kepentingan Amerika Serikat yang merupakan sekutu utama Israel.

Di sisi lain, Palestina sama sekali tidak dilibatkan dalam proses konsultasi sejak awal pembentukan Board of Peace dan tidak ada satu pun perwakilan Palestina yang duduk di dalam dewan tersebut. Inisiatif Donald Trump juga dinilai dapat melemahkan lembaga resmi internasional seperti PBB, dan berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak transparan.

"Menolak Board of Peace yang digagas oleh Presiden Donald Trump karena hal itu nyata-nyata bukan jalan menuju kemerdekaan bangsa Palestina dan merupakan upaya dominasi politik imperial dengan bungkus perdamaian," tegas Alissa Wahid, Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, dalam keterangannya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |