Guru Honorer asal Bekasi mengadu ke DPR
FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Seorang guru honorer mengadukan nasibnya ke DPR RI. Itu diungkapkan di hadapan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/2/2026).
“Perkenalkan nama saya Intan Permatasari, saya mengajar di SDN Wanasari 01 Cibitung, Kabupaten Bekasi,” kata Intan dikutip dari YouTube Parlemen TV, Selasa (3/1/2026).
Intan menuturkan, namanya hingga kini belum terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Padahal sudah memenuhi persyaratan.
“Langsung aja Pak, saya yang namanya terdata di 265 itu, yang belum masuk data pendidikan, Pak,” tuturnya.
“Padahal saya sudah memenuhi masa kerja, tapi sulitnya untuk masuk ke data pendidikan atau Dapodik itu, sulitnya luar biasa, Pak,” sambung Intan.
Dia mengaku tantangannyab ada pada akses informasi. Intan kerap ketinggalan informasi.
“Susah sekali. Kadang informasi yang turun dari dinas ke sekolah, tidak menyeluruh, Pak. Jadinya kita ketinggalan info,” imbuhnya.
Dia memberi gambaran, saat ada seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tapi karena namanya tak masuk dalam Dapodik, akhirnya tak bisa ikut.
“Kayak kemarin, ada tes PPPK, tapi karena kita tidak masuk dalam Dapodik, kita semua tidak bisa. Tertinggal,” terangnya.
Tidak hanya itu, Intan mengaku ada wacana dirinya dirumahklan. Karena hingga kini belum berstatus sebagai Apartur Sipil Negara (ASN).
“Bahkan terbayang-bayang akan dirumahkan. Itu paling sedih sih, Pak,” ujarnya.
Dia pun berharap, agar dirinya bisa jadi ASN. Bahkan jika itu PPPK.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































