Soal Sistem Pilkada, Kaesang Pastikan PSI Satu Barisan dengan Rakyat

5 days ago 20
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menegaskan sikap partainya terkait polemik sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), apakah tetap dilakukan secara langsung atau dipilih melalui DPRD.

Hal ini diungkapkan Kaesang saat pembukaan Rakernas PSI di hotel Claro, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis (29/1/2026).

Kaesang menyebut, isu tersebut telah menjadi perbincangan hangat dalam beberapa pekan terakhir dan perlu disikapi secara jujur serta terbuka.

“Salah satu isu yang cukup panas, beberapa Minggu lalu, Pilkada langsung atau yang dipilih oleh DPRD,” ujar Kaesang dalam sambutannya.

Satu Dekade Indonesia Melakukan Pemilihan Langsung

Dikatakan Kaesang, Indonesia telah menjalani pemilihan kepala daerah secara langsung sejak 2005. Artinya, hampir dua dekade bangsa ini belajar dan berproses dalam praktik demokrasi di tingkat lokal.

“Bangsa ini sudah memulai pemilihan Kepala Daerah sejak tahun 2005. Artinya hampir 20 tahun kita menjalani proses demokrasi,” ucapnya.

Kaesang mengakui, meski pemilihan langsung merupakan bagian penting dari demokrasi, praktiknya masih menyimpan berbagai kekurangan yang harus dievaluasi.

“Evaluasi terus dilakukan, kita harus jujur mengakui pemilihan langsung masih memiliki berbagai kekurangan,” katanya.

Ia juga menyinggung sejumlah persoalan yang kerap muncul, mulai dari praktik politik uang hingga aturan ambang batas pencalonan yang terus mengalami perubahan.

“Mulai dari praktik politik amplop, hingga persoalan ambang batas pencalonan yang awal mulanya berbasis kursi. Lalu diubah menjadi ambang batas perolehan suara sah partai politik,” jelas Kaesang.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |