Sekretaris Jenderal Gerakan Perlawanan Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem
FAJAR.CO.ID, LEBANON -- Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem memberi pesan kepada para pejuang dan warga sipil yang terluka, memuji ketahanan mereka dan menggambarkan luka-luka mereka sebagai bukti iman, martabat, dan perlawanan di tengah konfrontasi regional yang menentukan.
Membuka pesannya dengan ayat Alquran yang menghormati orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjuang dengan harta dan nyawa mereka di jalan Allah, Sheikh Qassem menyapa para pria dan wanita yang terluka dari pihak perlawanan, dan masyarakat luas, menggambarkan darah mereka sebagai cahaya kehidupan, rasa sakit mereka sebagai teriakan kebenaran, dan kesabaran mereka sebagai tinta yang dengannya harapan dan martabat ditulis.
Ia mengatakan bahwa mereka yang terluka telah memilih jalan ilahi dalam membela tanah air dan kemanusiaan, membuktikan nilai kehidupan yang bermartabat di tengah penghinaan, keserakahan, dan perebutan dunia yang fana. Ketahanan mereka, tambahnya, akan tetap menjadi sumber kebanggaan bagi generasi mendatang dan bagi semua orang yang merdeka.
Sheikh Qassem membuat perbandingan simbolis dengan tokoh-tokoh yang dihormati dalam sejarah Syiah, menyebut Abu al-Fadl al-Abbas sebagai teladan pengorbanan, dan menunjuk pada luka Sayyed Ali Khamenei sebagai bukti nyata kepemimpinan yang ditempa melalui perjuangan.
Menggambarkan para korban luka sebagai mata air kehidupan yang tak pernah kering, Sheikh Qassem mengatakan mereka mewujudkan janji kemenangan dan makna martabat manusia. Ia mengutip ayat-ayat Alquran yang mendesak orang-orang beriman untuk tidak goyah dalam menghadapi penderitaan, dan mengingat sebuah pepatah yang dikaitkan dengan Imam Ali yang menyerukan keteguhan dan kesabaran di masa-masa sulit.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































