Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2015-2019, Saut Situmorang -- tangkapan layar
FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2015-2019 menyebut Operasi Tangkap Tangan (OTT) bisa dilakukan tiap hari. Jika gedung KPK bertambah dan penyidiknya makin banyak.
Hal tersebut diungkapkan Saut dalam sebuah siniar bersama bekas Ketua KPK, Abraham Samad. Ditayangkan di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up.
Mulanya, Abraham Samad meminta tanggapan terkait OTT Wali Kota Madiun dan Bupati Pati. Menurut Saut, OTT tersebut hanya sedikit dari kasus korupsi di Indonesia.
“Menurut saya sih, tidak hanya gambaran kecil dari gambaran Indonesia secara utuh. Tetap aja gunung es, kan sebenarnya di bawah tuh jelimet juga,” kata Saut dikutip Senin (26/1/2026).
Dia lalu membahas gedung KPK. Di sebelah kiri kanan gedung tersebut tak ada bangunan.
“Jadi kalau di gedung KPK itu kiri kanannya sudah di tanah kosong, sekarang itu dikasih gedung kan sebelah kanan kiri kananya tanah kosong itu,” ujarnya.
Menurutnya, jika tanah kosong itu dibanguni KPK, maka OTT bisa dilakukan tiap hari. Karena pihak timnya juga berbeda.
“Saya di tempat selalu bilang, sudahlah bangun gedung lagi biar tiga blok, biar tiap hari kita OTT gitu kan, dengan asumsi Satgasnya berbeda dari awal, yang menangani pasti berbeda,” jelasnya.
“Tingkat kesulitannya seorang menteri OTT dengan seorang kepala daerah sama kan resourcenya. Sama,” tambahnya.
Menurutnya, OTT terhadap kepala daerah adalah gambaran realitas hari ini.
“Ada banyak harus dilihat dari situ. Pertama, daerah ini ternyata carut-marutnya cukup tinggi. Terus kemudian, inilah gambaran Indonesia yang sebutuhnya menurut saya,” ucapnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































