Respons Dokter Tifa Terkait Pernyataan Jokowi di Rakernas PSI: Ambisi dan Drama di Balik Penampilan Publik

2 days ago 14
Penampilan Jokowi di Rakernas PSI.

Fajar.co.id, Jakarta -- Ahli epidemiologi, dr Tifausiyah Tyassuma atau Dokter Tifa, memberikan tanggapan keras terkait penampilan Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat tampil di Rakernas PSI pada Sabtu (31/1/2026) kemarin.

Menurutnya, ada strategi terselubung di balik penampilan Jokowi yang terlihat sakit dan ringkih di panggung tersebut.

Analisis ini muncul setelah publik mempertanyakan mengapa figur dengan kondisi fisik yang tampak terganggu masih aktif menghadiri acara dan berfoto, namun tidak untuk urusan pengadilan.

Strategi "Playing Victim" di Balik Kondisi Fisik

Dokter Tifa meyakini, penampilan itu bukan sekadar dukungan untuk partai. Di sisi lain, ia melihatnya sebagai bagian dari narasi "playing victim" atau pura-pura menjadi korban. Intinya, Jokowi dinilai sengaja memaksakan diri tampil untuk mencitrakan diri sebagai "si sakit yang terus disakiti," khususnya oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

“Saya masih sanggup,” ucapnya berulang dengan suara parau.

“Saya masih sanggup,” lanjutnya lagi.

“Saya masih sanggup,” tegasnya sekali lebih.

Pengulangan kalimat itu, bagi Tifa, bukan tanpa makna. Ia menilai ada letupan bawah sadar yang tak terkontrol, sebuah cuatan batin yang tanpa disadari terekam oleh publik. "Alih-alih menimbulkan simpati, yang terjadi justru sebaliknya," kata Dokter Tifa, dikutip Minggu (1/2/2026).

Respon Publik: Simpati Berubah Jadi Sinisme

Banyak komentar warganet justru bernada sinis usai menyaksikan video mantan Presiden Ketujuh RI itu.

Mereka mempertanyakan ambisi yang seolah tak pernah padam, meski kondisi fisik sudah tak mendukung. Publik melihatnya sebagai upaya menjadikan bahkan sakit sekalipun sebagai komoditas untuk sebuah narasi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |