Ramadan di Depan Mata, DPR Wanti-wanti Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg

3 days ago 15
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/2/2025). (ANTARA/Melalusa Susthira K.) Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/2/2025). (ANTARA/Melalusa Susthira K.)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengingatkan pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram tetap terkendali menjelang Ramadan. Peringatan ini disampaikan menyusul pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ketika lonjakan konsumsi energi kerap memicu kelangkaan di sejumlah daerah.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menegaskan bahwa pelayanan penyediaan energi bagi masyarakat harus berjalan maksimal, terutama pada periode menjelang bulan puasa.

“Kita berharap dalam masa pelayanan kepada masyarakat terkait dengan penyediaan BBM dan juga LPG 3 kilogram itu dapat maksimal,” ujar Bambang Patijaya di Gedung Parlemen, Kamis (29/1/2026).

Ia menekankan, DPR tidak ingin kembali menerima laporan keluhan masyarakat terkait BBM atau LPG yang sulit diperoleh, sebagaimana pernah terjadi pada momentum Ramadan sebelumnya.

“Kita tidak ingin mendapati kasus-kasus keluhan masyarakat, misalnya BBM atau LPG kosong. Ini tentu tidak menyenangkan,” lanjutnya.

Bambang menegaskan, Komisi XII DPR RI akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM dan LPG, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang Ramadan dan dalam situasi darurat seperti bencana alam.

“Komisi XII DPR menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM dan LPG agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang Ramadan dan saat terjadi bencana,” tandasnya.

Pengalaman Ramadan Sebelumnya

Perhatian DPR terhadap distribusi energi jelang Ramadan tidak terlepas dari pola tahunan yang berulang. Pada beberapa Ramadan sebelumnya, peningkatan aktivitas rumah tangga dan usaha mikro menyebabkan permintaan LPG 3 kilogram melonjak, bahkan sempat memicu antrean panjang dan kenaikan harga di tingkat pengecer di sejumlah wilayah.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |