Ponakan Prabowo Thomas Dijwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Pakar Ingatkan Dampak Ekonominya

1 week ago 16
Thomas Djiwandono

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono resmi terpilih jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengangkatan itu dibayang-bayangi risiko ekonomi, terutama pelemahan rupiah.

Adapun Thomas sah terpilih jadi Deputi Gubernur BI setelah DPR RI menyepakatinya melalui rapat musyawarah yang digelar pada Senin (26/1/2026). Ponakan Presiden Prabowo Subianto itu menggantikan Juda Agung, yang mengundurkan diri pada 13 Januari lalu.

Pakar Ekonomi Universitas Hasanuddin, Prof Marzuki DEA, menyebut pencalonan Thomas yang sejak awal santer dikaitkan melemahnya rupiah ada benarnya. Mengingat Bank Sentral merupakan entitas yang independen.

“Saya kira tanggapan tersebut ada benarnya. Karena sudah nenjadi kesepakatan global bahwa sebuah Bank Sentral suatu negara harus berperan independen,” kata Marzuki kepada fajar.co.id, Selasa (27/1/2026).

Marzuki menjelaskan, BI dalam melaksanakan peran dan fungsinya mesti independen. Karena bertanggungjawab menjaga stabilitas nilai mata uang, terutama dari sisi inflasi dan nilai tukar mata uang.

Sementara itu, Thomas selain ponakan Prabowo yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, Thomas sendiri adalah kader partai tersebut. Sebelum akhirnya mengundurkan diri.

“Pelaku ekonomi pasti akan bersikap penuh curiga dan hati-hati mempelajari arah kebijakan emonomi dan keuangan negara tersebut. Dampaknya langsung terbaca dipasar uang, khususnya pasar valas yang cendrung akan melemah,” jelasnya.

Apalagi, Marzuki mengatakan isunya mencuat bersamaan dengan tren ekonomi global dalam gelombang yang keras. Akibat tren perkembangan geopolitik global yang tidak menentu, yang disebabkan oleh AS yang mengintervensi secara brutal atas kedaulatan negara lain, seperti kasus Venezuela.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |