Pers di Era Digital: Menhan Minta Wartawan Tak Tinggalkan Gelanggang

2 days ago 18
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin.

Fajar.co.id, Jakarta -- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk tetap aktif di tengah arus digital dan tantangan nasionalisme.

Pesan itu disampaikannya di hadapan 160 peserta dalam Retreat PWI 2026 di Pusat Komunikasi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Sjafrie, ada dua hal besar yang harus dihadapi insan pers saat ini. Pertama, soal digitalisasi. Yang kedua, persoalan nasionalisme kebangsaan. Untuk mengatasi itu semua, pemerintah butuh peran positif pers sebagai mitra.

"Dua tantangan besar tersebut adalah digitalisasi dan persoalan nasionalisme kebangsaan," ucapnya.

"Untuk mengatasi dua tantangan tersebut, Pemerintah sangat membutuhkan peran positif pers sebagai mitra," sambung Sjafrie.

Perang Opini dan Kedaulatan Negara

Di sisi lain, Sjafrie mengingatkan bahwa cita-cita Presiden Prabowo meningkatkan kesejahteraan rakyat menghadapi tantangan berat. Ancaman datang dari dalam dan luar negeri yang terus mengincar kekayaan alam Indonesia. Dia mencontohkan kerja Satgas Penertiban Hutan yang berhasil menghentikan penyelundupan di Maluku dan beberapa daerah lain.

"Melalui Satuan Tugas Penertiban Hutan, kita telah menghentikan penyelundupan di Maluku dan daerah lainnya. Selama ini kita lupa bahwa kita perlu menjaga kedaulatan negara, politik, ekonomi, maupun kedaulatan wilayah," jelasnya.

Persoalan penyelundupan ini bukan main-main. Sjafrie menyoroti berbagai kasus yang melibatkan timah, sawit, dan hasil tambang lain sejak era reformasi. Dia menyebut ada "permainan kotor" yang menyebabkan kebocoran anggaran fantastis, mencapai Rp5.770 triliun.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |