Pernah Jadi Pendukung Garis Keras, Guru Besar Unair Ngotot Ijazah Jokowi Dibuka ke Publik

4 days ago 19
Henri Subiakto menjelaskan isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Polisi di Polda Metro terkait sudah ditersangkakannya Roy, Rismon dan Tifa (RRT).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Prof Henri Subiakto, meluruskan kembali pernyataannya terkait foto wisuda yang disebut-sebut milik Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Henri mengaku, pada awalnya ia termasuk pihak yang meyakini keaslian foto wisuda tersebut. Bahkan, keyakinannya nyaris bulat.

“Dulu saya percaya 99 persen foto yang wisuda itu benar-benar Pak Jokowi. Karena memang wajahnya sangat mirip dan meyakinkan,” ujar Henri dalam keterangannya di X @henrysubiakto (30/1/2026).

Namun, seiring berjalannya waktu, keyakinan itu perlahan berubah.

Henri menganggap dinamika pernyataan dan sikap politik Jokowi justru menimbulkan keraguan baru.

“Namun setelah proses panjang ketahuan tokoh kita ini sering dengan entengnya bicara berubah-ubah. Bicara tidak jujur tanpa beban. Ngomong inkonsisten tanpa malu. Berpolitik tanpa etika tanpa rasa bersalah,” tegasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Henri, membuat dirinya dan sejumlah akademisi lain merasa berada dalam situasi yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

“Saya pun menyimpulkan ada hal yang dulunya tak pernah kita sangka, bahkan tak pernah kita bayangkan sebelumnya, ternyata benar-benar terjadi. Kami seperti mimpi di siang bolong,” ucapnya.

Henri menyebut, pengalaman itu berdampak besar terhadap cara pandang para akademisi yang sebelumnya menaruh harapan besar.

“Karena itu kami, dengan beberapa akademisi yang dulunya percaya dan berharap pada tokoh satu ini, menjadi berubah total melihat kasus-kasus di negeri ini,” katanya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |