Patung Tau Tau, Simbol Penjaga Ruh Leluhur Toraja

5 days ago 7
Patung Tau Tau di Toraja

Oleh: Desy Selviana
(Pustakawan)

Bagi masyarakat Toraja, kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Ia justru menjadi awal perjalanan menuju alam yang lebih sempurna. Keyakinan inilah yang melahirkan patung Tau Tau, patung kayu yang hingga kini tetap dijaga kesakralannya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kematian Toraja.

Patung Tau Tau bukan sekadar patung. Ia adalah simbol kehadiran ruh leluhur yang telah meninggal dan dipercaya masih memiliki hubungan erat dengan keluarga yang ditinggalkan. Dalam ajaran Aluk To Dolo, kepercayaan asli masyarakat Toraja, kehidupan manusia selalu terhubung dengan dunia sakral yang dipenuhi kekuatan gaib yang diyakini masyarakat

Patung Tau Tau hanya dibuat pada waktu tertentu dan tidak untuk semua orang. Ia dikhususkan bagi mereka yang berasal dari golongan bangsawan, yakni Tana’ Bulaan dan Tana’ Bassi. Kelompok ini dipandang sebagai panutan, yang semasa hidupnya memiliki kedudukan penting dalam adat dan kehidupan sosial masyarakat Toraja.

Kepercayaan terhadap patung Tau Tau berakar dari mitologi Toraja tentang Eran di Langi’, sebuah tangga sakral yang dahulu menghubungkan dunia manusia dengan Puang Matua, Tuhan Sang Pencipta.

Tangga itu menjadi penghubung langsung antara manusia dan Yang Ilahi. Namun, akibat kesalahan manusia sendiri, Eran di Langi’ dihancurkan, sehingga hubungan langsung tersebut terputus.

Sejak saat itulah manusia Toraja merindukan kembali jembatan penghubung dengan Puang Matua. Kerinduan tersebut kemudian diwujudkan secara simbolik melalui patung Tau Tau. Patung ini dipercaya menjadi poros penghubung baru antara dunia manusia dan dunia atas, sekaligus tempat bersemayamnya ruh leluhur yang telah mencapai kesempurnaan, yang disebut To Membali Puang.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |