P2G Kritik Pernyataan Ferry Irwandi Soal Kesejahteraan Guru Bergantung Pemda dan Sekolah

1 week ago 24
Iman Zanatul Haeri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyoal pendapat konten kreator Ferry Irwandi. Eks Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementeian Keuangan (Kemenkeu) itu dinilai menormalisasi nasib guru honorer.

“Penjelasan Ferry Irwandi tentang masalah gaji guru honorer telah digunakan oleh banyak pihak untuk menormalisasi nasib guru honorer,” kata Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri, dikutip dari unggahannya di X, Senin (26/1/2026).

Pendapat Ferry itu sebelumnya diungkapkan dalam video yang dia unggah di YouTube Malaka. Menurut Iman, tesis yang dikemukakan Ferry terlambat lima tahun.

Tapi dia maklum, mengingat kebijakan pendidikan berubah sangat cepat. Di video itu, Ferry membahas gaji guru honorer dari dana BOS, yang menurut Iman sudah bukan menjadi masalah utama.

“Sebab sebagian besar guru honorer tersebut kini sudah diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Kejadian viral baru-baru ini gaji guru 139 ribu, itu bukan guru honorer, tapi guru ASN PPPK Paruh waktu,” ujarnya.

“Kondisi sekarang: secara legal pemerintah dan pemerintah daerah menggaji guru sangat tidak layak. Oleh sebab itu, ulasan ferry soal dana BOS kurang relevan dengan kejadian baru-baru ini,” tambahnya.

Iman menilai Ferry berhasil membuat orang-orang faham bagaimana dana BOS dari pusat ke sekolah bermasalah. Namun, tidak mampu menangkap bagaimana regulasi dana BOS menyengsarakan guru.

“Bahkan keterlambatan gaji guru honorer dari dana BOS sudah tidak dipersoalkan guru (saking sudah biasanya). Ferry kudu update: Yang dipersoalkan para guru, honorer, ketika mereka mendapatkan gaji dari dana BOS, mereka harus memilih salah satu, jika sudah sertifikasi,” jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |