KH Cholil Nafis
Fajar.co.id, Jakarta -- Keikutsertaan Indonesia dalam sebuah forum internasional yang disebut "Board of Peace" untuk Gaza menuai kritik tajam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Wakil Ketua Umum MUI, KH. M. Cholil Nafis, secara tegas menyatakan bahwa langkah pemerintah justru tidak menguntungkan perjuangan Palestina.
"Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina," tegas Cholil Nafis dalam pernyataan melalui akun pribadinya di X, dikutip Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, skema yang diusung forum tersebut dinilai tidak akan membawa pada penyelesaian konflik yang substansial.
Dituding Tidak Pro Palestina dan Rugi Materi
Kritik MUI tidak hanya menyasar substansi, tetapi juga aspek administratif. Cholil Nafis mengungkapkan keheranannya karena Indonesia masih dikenai kontribusi keuangan untuk keanggotaan di forum yang dianggapnya bermasalah itu.
"Anehnya lagi, Indonesia masih ditarik bayaran keanggotaan. Baiknya Pak Prabowo menarik diri saja," ujarnya, merujuk pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang dianggap sebagai pengambil keputusan kebijakan luar negeri saat ini.
Perdamaian Sejati Harus Pulihkan Kedaulatan Penuh
Pandangan MUI ini berangkat dari prinsip bahwa perdamaian tidak boleh mengabaikan hak dasar suatu bangsa. Cholil Nafis menegaskan bahwa jalan damai haruslah berkeadilan dan menghormati kedaulatan penuh rakyat Palestina.
"Perdamaian sejati hanya mungkin terwujud apabila hak, martabat, dan kedaulatan rakyat Palestina dipulihkan sepenuhnya. Skema Board of Peace tidak menunjukkan arah ke sana," paparnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































