Mentan Andi Amran Sebut Hilirisasi Kelapa hingga Gambir Berpotensi Beri Nilai Tambah Ekonomi Rp10 Ribu Triliun

5 days ago 19
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

FAJAR.CO.ID, BONTANG -- Upaya pemerintah untuk melakukan hilirisasi terhadap sumber daya alam (SDA) terus digalakkan pada berbagai sektor. Begitu juga dilakukan pada sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bahkan menyebut, hilirisasi komoditas pertanian nasional, seperti kelapa bulat, minyak kelapa sawit (CPO), dan tanaman gambir berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi hingga Rp10 ribu triliun.

Kata dia, nilai tersebut setara dengan sekitar tiga tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang saat ini target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

‎‎"Kami hitung itu Rp10 ribu triliun nilainya lebih, baru tiga (komoditas), Rp10 ribu triliun nilainya, tiga tahun APBN," kata dia di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis. ‎

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki posisi strategis karena menguasai sejumlah komoditas tersebut. Kelapa dan gambir, misalnya, menempatkan Indonesia sebagai produsen nomor satu global, selain itu, Indonesia juga menguasai sekitar 60 persen pasar CPO dunia.

Dengan dominasi itu, Mentan menilai hilirisasi akan memperkuat daya tawar Indonesia di pasar internasional. Negara-negara lain yang telah membangun industri pengolahan akan sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari Indonesia.

‎“Kalau kita hilirisasi, itu dunia kacau balau. Karena mereka sudah membangun industri, tapi bahan bakunya ada di Indonesia," ucapnya dilansir Antara, Kamis (29/1/2026).

Selain itu, menurut Mentan, hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan impor sekaligus mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |