Membaca Hijrah Politik Rusdi Masse

4 days ago 20
Mustamin Raga, Pengamat Sosial Politik

Oleh Mustamin Raga, Pengamat Sosial-Politik

Dalam politik, perpindahan partai bukanlah peristiwa langka. Ia telah menjadi semacam ritual rutin demokrasi elektoral, yakni pada saat menjelang pemilu, setelah pemilu, bahkan di tengah masa jabatan. Namun ada perpindahan yang hanya bersifat administratif, dan ada pula yang mengguncang kesadaran publik. Hijrahnya Rusdi Masse atau populer dipanggil RMS dari Partai NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jelas berada pada kategori kedua. Ia bukan semata pindah rumah. Ia meninggalkan istana yang telah ia bangun sendiri, menuju rumah yang bahkan fondasinya masih diperdebatkan.

RMS tidak pindah dari posisi marginal. Ia adalah Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan, anggota DPR RI, dan figur sentral dalam keberhasilan NasDem menaklukkan sebuah wilayah yang selama puluhan tahun dikenal sebagai benteng kokoh Partai Golkar. Sulawesi Selatan bukan provinsi biasa. SulSel adalah simbol. Siapa menguasai Sulsel, menguasai salah satu jantung politik Indonesia Timur. Dan RMS berhasil menanam bendera NasDem di jantung itu.

Dalam bahasa kekuasaan, RMS berada di puncak kurva. Dalam logika karier politik konvensional, tidak ada alasan rasional untuk melompat. Justru di titik seperti itulah politisi biasanya menguatkan posisi, menegosiasikan peran nasional yang lebih besar, atau menunggu momentum berikutnya dengan aman. Namun RMS memilih sebaliknya: turun dari menara tinggi untuk memasuki arena baru yang penuh ketidakpastian.  Maka sah-sah saja jika publik mengajukan pertanyaan: apa yang sesungguhnya terjadi?

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |