Indeks harga saham gabungan (IHSG)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,35% ke level 8.320,56 pada sesi terakhir perdagangan Rabu (28/1/2026). Mengapa ini bisa terjadi?
Pelemahan IHSG ini diyakini dampak dari pengumuman hasil konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI). Terkait penilaian free float saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index.
“Kenapa IHSG ini kok mengalami problem yang cukup signifikan? Karena MSCI sendiri menghentikan transaksi saham-saham yang berbasis di Bursa Efek Indonesia, (BEI),” kata Pengamat Pasar Modal dan Mata Uang, Ibrahim Assuaibi kepada fajar.co.id melalui telepon, Rabu malam (28/1/2026).
Menurut Ibrahim, kata kuncinya karena ketidakpercayaan. Kepercayaan pasar global terhadap saham di BEI anjlok, beriringan dengan anjloknya IHSG setelah pengumuman MSCI.
“Publik tidak percaya. Secara kertas bagus, tapi secara real itu nggak ada,” terangnya.
BEI, kata Ibrahim sudah mendapat peringatan dari MSCI untuk saham blue chip. Meminta agar dilakukan perbaikan.
“Jadi sebenarnya ini masih, MSCI itu masih akan membuka kembali, tetapi diberikan waktu sampai bulan Mei, bulan Mei tahun 2026 untuk dilakukan perbaikan, ya adanya transparansi yang signifikan.
Apa Itu MSCI dan Relevansinya dengan Anjloknya IHSG?
MSCI merupakan lembaga global yang menyusun indeks saham. Berbasis di New York, Amerika Serikat.
Ia bekerja untuk mengukur kinerja pasar modal di berbagai negara. Indeks ini dipakai investor internasional sebagai acuan utama dalam menilai kondisi dan daya tarik suatu pasar saham.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































