Fahrul Ramadan, Jenderal Lapangan massa aksi (Foto: Muhsin/fajar)
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Aksi unjuk rasa terus mewarnai jalannya Rakernas PSI di Hotel Claro, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, hingga Jumat (30/1/2026).
Massa aksi yang mengatasnamakan dari aliansi KERAMAT itu terpantau telah menggelar aksi sebanyak tiga kali di lokasi yang sama.
Pantauan fajar.co.id, tuntutannya tetap sama, mereka menolak kedatangan Presiden ke-7, Jokowi, di Kota Daeng.
"Sulsel tidak tunduk pada Raja Raja Jawa. Menolak dijadikan kandang gajah. Adili Jokowi," tertulis pada spanduk massa aksi.
Jenderal Lapangan, Fahrul Ramadan, saat ditemui di sela-sela aksi mengatakan bahwa kedatangannya ini merupakan jilid ketiga.
Dikatakan Fahrul, pada aksi jilid ketiga ini pihaknya mendapat tindakan represif dari kader PSI yang keluar dari lokasi Rakernas.
"Tadi saya menyampaikan orasi ada salah satu oknum yang kemudian berpakaian PSI ingin melakukan represif kepada saya," ujar Fahrul.
Lanjut dia, respons yang tidak diharapkan itu merupakan bentuk intervensi terhadap massa aksi.
"Ada sebuah tekanan-tekanan intervensi kepada massa aksi dan itu kemudian kami duga kuat melanggar peraturan yang berlaku," sesalnya.
Ia juga menyesalkan aparat Kepolisian yang dianggap tidak melakukan pengamanan dengan maksimal.
"Teman-teman sudah melakukan konsolidasi, teman-teman sudah menyampaikan pemberitahuan aksi namun ketika teman-teman menjalankan aksi unjuk rasa melihat demikian kondisi bahkan aparat kepolisian tidak mengawasi aksi dan melindungi teman-teman massa aksi," timpalnya.
Menurut dia, apa yang dialami teman-temannya sebagai aktivis merpati sebuah preseden buruk.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































