Konten KDM mendapat kritikan tajam warganet.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendatangi Ajat Sudrajat, pedagang es gabus yang viral. Bukannya meringankan, kunjungan itu justru menambah beban si penjual es.
Kasus ini jadi semakin ramai setelah Dedi Mulyadi menyentil soal kejujuran Ajat. Tapi, di balik keributan di media sosial, ada fakta lain yang perlahan terungkap.
Jawaban yang "Ngelantur" Ternyata Berakar pada Kondisi Kesehatan
Ajat sempat jadi sasaran hujatan karena jawabannya dianggap tidak konsisten. Namun, cerita yang sebenarnya justru datang dari Kecamatan Bojonggede. Camat setempat, Tenny Ramdhani, angkat bicara untuk meluruskan spekulasi yang beredar luas.
Berdasarkan asesmen mendalam, Ajat dan istrinya diduga kuat memiliki disabilitas mental. Inilah yang menjadi penyebab utama mengapa komunikasi mereka seringkali tidak sinkron dan sulit dicerna oleh publik.
"Kondisi komunikasi yang berubah-ubah itu murni karena keterbatasan psikologis, bukan kesengajaan untuk berbohong," tegas Tenny.
Ia melanjutkan, Ajat mengalami gangguan mental pascatrauma. Kondisi ini malah makin parah akibat tekanan luar biasa sejak dirinya viral. Kedatangan banyak orang asing ke rumahnya justru mengguncang stabilitas mentalnya. Pihak RT dan RW pun mengonfirmasi, keterbatasan ini sudah ada jauh sebelum Ajat terkenal.
Netizen Balik Menyerang, Konten Gubernur Dikritik Pedas
Di sisi lain, konten yang dibuat Dedi Mulyadi berbalik menjadi bumerang. Sang politisi Gerindra itu justru mendapat kritik tajam dari warganet. Mereka menilai aksinya hanya mengeksploitasi keadaan.
"Itu gubernur atau conten creator, kocak betul," tulis akun Rendi Cheeks di Facebook, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































