Keracunan MBG Lagi, Alasan Pembela Program Dibilang Muter di Situ-situ Aja

1 day ago 14
Pegiat media sosial, Herwin Sudikta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Setelah ratusan siswa SMA di Kudus, Jawa Tengah, diduga keracunan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan publik.

Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, salah satu yang mengkritik cara sebagian pendukung Presiden ke-7, Jokowi, merespons setiap insiden keracunan makanan MBG.

Dikatakan Herwin, setiap kali muncul kabar penerima manfaat MBG mengalami keracunan, respons yang muncul dari kelompok yang ia sebut sebagai termul cenderung refleksif dan defensif, tanpa disertai evaluasi mendalam.

“Setiap kali terjadi keracunan makanan setelah menyantap MBG, para termul langsung keluar dari sarang, refleks membela tanpa mikir,” kata Herwin kepada fajar.co.id, Senin (2/2/2026).

Lanjut dia, pola pembelaan yang disampaikan selalu seragam dan terkesan berulang.

Ia menyebut, kesalahan kerap diarahkan hanya pada dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bukan pada desain besar program.

“Narasinya selalu sama dan diulang seperti kaset rusak, bukan programnya yang salah, cuma dapurnya (SPPG) yang kurang pengawasan,” sesalnya.

Herwin mengatakan, cara berpikir semacam itu keliru dan terlalu menyederhanakan persoalan.

Baginya, MBG adalah sebuah sistem yang utuh dan tidak bisa dipisah-pisahkan saat terjadi masalah.

“Padahal ini logika kelas remedial. SPPG, BGN, distribusi, hingga penerima itu satu ekosistem,” tegasnya.

Cermin Kegagalan Perencanaan dan Pengawasan

Ia menekankan bahwa seluruh rantai pelaksanaan MBG merupakan satu kesatuan yang saling terkait.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |