Jika Musda Diulur, Golkar Sulsel Bisa Mengalami Kekacauan Internal Serius

1 week ago 17
Partai Golkar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Dinamika internal Partai Golkar Sulawesi Selatan justru kian mengeras lantaran tak adanya kejelasan Musyawarah Daerah (Musda) akan dilaksanakan. Salah satu agenda utama Musda kali ini menentukan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.

Proses konsolidasi yang seharusnya menjadi momentum penguatan partai menuju kontestasi politik 2029, kini terkesan diulur-ulur oleh waktu, seolah ada skenario yang disengaja.

Keterlambatan Musda bukan sekadar persoalan teknis organisasi. Dalam kalkulasi politik, waktu adalah faktor strategis. Semakin lambat Musda digelar, semakin besar risiko Golkar kehilangan posisi tawar.

Termasuk potensi kehilangan kursi pimpinan pada pemilu di berbagai tingkatan di Sulawesi Selatan. Situasi ini tentu berbahaya bagi soliditas dan kesiapan partai menghadapi kontestasi politik mendatang.

Tak dapat dipungkiri, mulai tercium aroma kepentingan elite di tubuh DPD I Golkar Sulsel yang diduga ingin mengulur pelaksanaan Musda. Tujuannya tak lain agar masa jabatan pengurus DPD II Golkar kabupaten/kota saat ini berakhir lebih dulu, sehingga peta kekuasaan internal dapat diatur ulang sesuai kepentingan tertentu.

Pemerhati sekaligus penggiat sosial media, Mulawarman, memberikan analisis kritis terkait prahara internal yang tengah melanda DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, khususnya menyangkut ketidakpastian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel yang hingga kini belum juga menemui kejelasan.

Menurut Mulawarman, pembentukan kepengurusan baru DPD I Golkar Sulsel oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang jumlahnya mencapai 162 orang, justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan kader.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |