Jenderal Gatot Marah ke Listyo Sigit: Dia kira Presiden Prabowo itu Boneka?

3 days ago 21
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo meluapkan kemarahannya terhadap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Gatot menganggap pernyataan Kapolri dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI sebagai bentuk pembangkangan serius terhadap negara dan konstitusi.

Dikatakan Gatot, pernyataan Kapolri yang menyebut akan bertahan menjaga institusi Polri “sampai titik darah penghabisan” justru menjadi sinyal paling berbahaya bagi demokrasi.

Ia menegaskan, pernyataan tersebut bukan bahasa pengabdian, melainkan sarat dengan nuansa konflik, tekanan kekuasaan, dan intimidasi.

“Alarm darurat demokrasi berbunyi keras. Itu bahasa konflik, bahasa tekanan kekuasaan, bahasa intimidasi,” ujar Gatot dikutip fajar.co.id pada Jumat (30/1/2026).

Ia menilai sikap Kapolri tersebut merupakan puncak dari serangkaian pembangkangan terhadap kebijakan negara.

Gatot menyebut setidaknya sudah tiga kali Kapolri melakukan tindakan yang dinilainya menyimpang. Pertama, pembentukan tim reformasi tandingan.

Kedua, penerbitan Peraturan Kepolisian Nomor 10 yang dianggap mengunci ruang koreksi, meskipun Mahkamah Konstitusi telah memberikan putusan.

Ketiga, penyampaian pernyataan dengan diksi ekstrem di ruang publik.

“Ini puncak dari tiga kali pembangkangan kebijakan terhadap negara oleh Kapolri,” ujarnya.

Gatot mempertanyakan secara terbuka, kepada siapa sebenarnya pernyataan keras Kapolri tersebut diarahkan. Menurutnya, pertanyaan itu tidak boleh dihindari dan harus dijawab secara jujur.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |