Ilustrasi - tunawisma yang menjamur di perkotaan -- AP
FAJAR.CO.ID, SEATLE -- Kota Seattle, Amerika Serikat belakangan ini menjadi sorotan internasional. Bukan tanpa alasan, kota tersebut menampung belasan ribu tunawisma sementara di sisi lain menjadi salah satu kota tempat terselenggaranya ajang Piala Dunia 2026.
Kini, Pemerintah Kota Seattle berupaya keras untuk memperluas kapasitas penampungan tunawisma, di tengah ancaman pencabutan hak penyelenggaraan Piala Dunia 2026 sebagai kebijakan dari pemerintah Federa.
Wali Kota Seattle, Katie Wilson yang seorang sosialis telah menanggapi ancaman Presiden AS, Donald Trump untuk mencabut hak kota tersebut untuk menyelenggarakan pertandingan Piala Dunia dengan usulan balasan yang berani: menampung kembali penduduk tunawisma kota sebelum pertandingan pertama dimulai pada bulan Juni, seperti yang dilaporkan POLITICO.
Janji Wali kota Katie Wilson itu dinilai cukup menonjol sebagai upaya paling ambisius oleh pemimpin kota mana pun di AS untuk membentuk kembali kebijakan lokal menjelang Piala Dunia, yang akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Wilson mengatakan turnamen tersebut telah menetapkan tenggat waktu yang ketat untuk upaya memindahkan orang-orang dari jalanan, tetapi bukan dengan memindahkan mereka ke tempat lain.
"Piala Dunia memberi kita tenggat waktu yang cukup agresif untuk mencoba membawa orang-orang ke dalam dengan dukungan yang mereka butuhkan, daripada memindahkan orang-orang ke lingkungan lain," kata Wilson kepada POLITICO dalam wawancara pertamanya tentang masalah ini sejak menjabat.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































