Kondisi Jalan Perintis Kemerdekaan (Foto: Arya/Fajar)
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Udin mendongkol. Mengeluhkan jalan rusak sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan - Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Ini bahayakan pengendara,” kata Udin kepada fajar.co.id saat ditemui di Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin 2 Februari 2026.
Udin mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Unhas. Perantau asal Ambon itu sudah dua tahun di Makassar.
Sebagai mahasiswa Unhas, hampir tiap hari dia melewati Jalan Perintis-Jalan Urip. Apalagi dia tinggal di Jalan Perintis Kemerdekaan 7.
Di depan Unhas, Jalan Perintis misalnya, jalan bergelombang. Motor Beat Udin yang shockbreakernya sudah aus, tiap melewati jalan itu mesti bekerja keras.
“Meresahkan sekali, apalagi motorku kayak gitu (shockbreaker aus). Kalau jalan, kayak berombak,” ujar Udin.
Di depan SPN Batua, Polda Sulsel, Jalan Urip, kondisinya beda lagi. Jalanan di sana banyak berlubang.
Kalau hujan, kondisinya makin parah. Lubang yang luas, membuat pengendara mesti ekstra berhati-hati berkendara.
“Kita taat bayar pajak, baru jalanan kayak gitu,” imbuh Udin.
Pengerjaan sebenarnya sudah dilakukan. Di Jalan Urip sudah mulai ditangani, Jalan Perintis, katanya segera disusul.
Dua ruas jalan nasional itu, sebenarnya masih baru diperbaeki pada Desember 2025. Namun terkelupas, seiring musim hujan di Makassar.
Sehingga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel meminta kontraktor mengerjakan ulang bekas pengerjaan yang tidak maksimal tersebut.
Koordinator Proyek dari PT Mareraya Multipratama Jaya, Muhammad Arsyad kepada Harian Fajar pada Senin, 27 Januari 2026 menargetkan pengerjaan Jalan Urip selesai tiga hari ke depan. Artinya paling lambat 30 Januari 2026.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































