IHSG Anjlok hingga Saham Perbankan Rontok, Purbaya Bisa Apa?

5 days ago 18
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok Kemenkeu

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,35% ke level 8.320,56 pada sesi terakhir perdagangan Rabu (28/1/2026), bahkan sempat 8 persen hingga persdagangan dibekukan sementara. Saham perbankan ikut rontok.

Misalnya saham dengan kapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Ditutup di angka Rp7.025, menurun 24.87 persen jika dibandingkan satu tahun lalu (yoy).

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. BBRI di angka Rp3.590. Menurun 14.32 persen jika dibandingkan satu tahun lalu (yoy).

Pengamat Pasar Modal dan Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, secara umum, pelemahan memang tidak hanya untuk saham perbankan. Tapi IHSG yang memang anjlok.

Dampak dari pengumuman hasil konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI). Terkait penilaian free float saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index.

Analisis MSCI menemukan pemilikan buram terhadap saham di Indonesia. Karenanya meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengoreksi.

Hal tersebut, berdampak pada ketidakpercayaan global. Sehingga menarik uangnya dari saham Indonesia.

“Publik tidak percaya (saham Indonesia),” ujar Ibrahim kepada fajar.co.id melalui telepon, Kamis (29/1/2026).

Soal berdampaknya ke saham perbankan dengan kapitalisasi besar dan pemilikan jelas, Ibrahim mengungkit kebijakan Menteri Keuangan Purabaya Yudhi Sadewa. Terkait dengan kucuran dana Rp275 rriliun di bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Pak? Kemarin itu pada saat si Purbaya mengelotorkan dana Rp275 triliun kan ke Bank Himbara, kemudian ditarik lagi, saat itu kan memang perbankan itu semua berguguran kan?” papar Ibrahim.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |