Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka (kanan) tiba untuk mengikuti Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga/app
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, bicara terkait manuver politik keluarga Presiden ke-7 RI, Jokowi, dalam membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia melihat, semangat Jokowi dan putranya, Kaesang Pangarep, tidak cukup jika hanya mengandalkan jargon dan retorika.
PSI Perlu Sosok Figur Berpengaruh
Dikatakan Herwin, PSI membutuhkan barang nyata yang bisa dipajang ke publik jika ingin benar-benar diperhitungkan dalam peta politik nasional.
“Semangat keluarga Jokowi ngangkat PSI mau tidak mau gak cukup cuma jual jargon. Harus ada barang yang ditaruh di etalase,” ujar Herwin kepada fajar.co.id, Selasa (3/2/2026).
Ia menyebut, secara realistis, hanya ada satu figur yang bisa menjadi etalase politik PSI saat ini, yakni Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Dan realistisnya, barang itu cuma satu, Gibran sebagai Capres 2029,” tegasnya.
Tantangan Berat PSI
Namun demikian, Herwin mengingatkan bahwa langkah tersebut tidak akan berjalan mulus.
Baginya, kontestasi menuju 2029 bukanlah medan kosong yang bisa dilalui PSI tanpa perlawanan.
“Masalahnya, ini bukan medan kosong. Gerindra dan koalisinya jelas gak bakal tinggal diam,” Herwin menuturkan.
Herwin juga menyinggung keberadaan aktor-aktor politik kuat yang diduga memiliki pengaruh besar dalam dinamika kekuasaan nasional.
“Apalagi oleh figur tukang jastip kekuasaan dan juragan sprindik,” ucapnya, tanpa menyebut nama secara langsung.
PDIP Dipastikan Jadi Lawan Berat
Selain itu, ia menerangkan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga tidak akan tinggal diam.
Herwin bilang, PDIP memiliki pengalaman panjang berhadapan dengan dinamika politik keluarga Jokowi.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































