Guru Honorer Digaji Rp500 Ribu, Said Didu: Bandingkan dengan ASN Dapur MBG

2 days ago 17
Moch Agus Wijaya. Foto:Tangkapan Layar IG@bantetalks/metrotv

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Realitas pahit masih harus dihadapi sebagian guru honorer di Indonesia. Salah satunya dialami Moch Agus Wijaya.

Agus seorang guru honorer yang mengaku hanya menerima gaji Rp500 ribu per bulan, sehingga terpaksa mencari penghasilan tambahan demi bertahan hidup.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Agus harus menekuni berbagai pekerjaan sambilan.

Mulai dari mengantar barang hingga berjualan nasi goreng, semuanya ia lakukan sepulang mengajar.

“Ya di situlah letaknya kadang keberkahan seorang guru gitu. Sesuatu yang tidak masuk akal bisa kita jalanin,” ujar Agus dikutip fajar.co.id pada Minggu (1/2/2026).

Ia menuturkan, aktivitas sambilan itu kerap ia lakukan dalam perjalanan pulang dari sekolah.

Agus berusaha memanfaatkan setiap kesempatan agar tetap bisa membawa pulang penghasilan tambahan.

“Kalau saya pribadi untuk pulang pergi atau terutama pulangnya. Saya berusaha untuk nutupin dengan cara mengambil barang atau paket yang searah pulang,” tukasnya.

Agus mengungkapkan, kondisi tersebut bukan hal baru baginya. Sejak awal bergabung sebagai guru honorer, ia sudah menyadari konsekuensi finansial yang harus dihadapi.

“(Menjalani aktivitas seperti itu) ya semenjak awal saya bergabung (guru honorer) saya lakukan itu,” ucapnya.

Meski demikian, Agus tetap bertahan mengajar dengan alasan pengabdian. Baginya, peran guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan tanggung jawab moral terhadap generasi penerus.

“Karena kan saya lihat kita punya anak-anak juga, generasi, dan saya juga ada masanya. Dulu juga kan diajak dan kita udah bisa," Agus menuturkan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |