Emas Jadi Primadona, Saham Merosot: Inilah Penyebabnya

4 days ago 20
Ilustrasi Emas (AI)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Harga emas kembali bikin pasar terkejut. Di tengah saham yang melemah dan dolar bergejolak, logam mulia justru melesat ke level tinggi.

Per Jumat, 30 Januari 2026, harga emas batangan Antam tercatat Rp3.120.000 per gram. Meski turun tipis dibandingkan sehari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp3.168.000 per gram, level harga ini tetap tergolong sangat tinggi secara tahunan (year on year).

Tak hanya pecahan 1 gram, koreksi tipis juga terjadi di hampir semua ukuran. Emas Antam 2 gram dijual Rp6.190.000, ukuran 3 gram Rp9.267.000, sementara 5 gram berada di Rp15.415.000. Untuk ukuran besar, emas 10 gram dipatok Rp30.750.000, 25 gram Rp76.710.000, dan 50 gram Rp153.255.000.

Meski ada koreksi harian, tren besar menunjukkan satu hal: minat pasar terhadap emas terus menguat.

Saham Turun, Uang Cari Aman

Pengamat Ekonomi Keuangan dan Perbankan, Sutardjo Tui, menilai lonjakan harga emas merupakan fenomena yang wajar dalam dunia investasi, terutama saat pasar keuangan global tidak stabil.

“Kenaikan harga emas itu hal biasa. Dalam dunia investasi ada dua pilihan utama: investasi keuangan dan investasi riil,” kata Sutardjo kepada Fajar.co.id, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, ketika suku bunga dolar bergejolak dan pasar saham tertekan, pemilik modal besar akan mulai menghitung ulang risiko.

“Kalau saham turun tajam, orang pasti berpikir ulang. Apalagi ini awal tahun, capital gain belum mungkin, dividen juga belum ada,” jelasnya.

Situasi ini membuat banyak investor mulai menarik dana dari pasar saham dan mencari instrumen yang lebih stabil.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |