Ekonom Minta Alasan Pengunduran Diri Petinggi BEI dan OJK Dibuka ke Publik, demi Jaga Kepercayaan Pasar

3 days ago 19
Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar Sutardjo Tui (Dok. Pribadi)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengunduran diri petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menuai apresiasi. Namun itu saja tak cukup, butuh transparansi alasan di baliknya.

Hal itu diungkapkan Dosen Ekonomi Universitas Muhammadiyah, Sutardjo Tui. Menurutnya, pengunduran diri itu memang baik.

“Dari segi budaya, hal ini menjadi preseden baik, dalam arti kalau ada keruwetan yang terjadi dalam satu institusi pemerintah maka pimpinannya harus mundur terlepas apa di balik kejadian tersebut,” kata Sutardjo kepada fajar.co.id melalui WhatsApp, Sabtu (31/1/2026).

Di antara petinggi BEI dan OJK yang mundur, yakni Direktur Utama PT BEI, Iman Rachman. Kemudian Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, bersama jajaran pengawas pasar modal.

Meski di segi budaya baik, tapi beda halnya dengan dampak ekonominya. Menurutnya, itu bisa berdampak positif atau negatif.

“Dari segi ekonomi berdampak positif dan negatif, positif tingkat kepercayaan pelaku ekonomi bertambah termasuk para investor baik investor asing maupun investor nasional,” ucapnya.

Syaratnya, mesti ada transparan di balik pengunduran diri tersebut. Kemudian langkah apa yang dilakukan setelah pengunduran diri itu.

“Catatannya, segera dilakukan penggantian dan penjelasan kenapa mundur dan langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk perbaikan ke depan dan disampaikan secara transparan,” jelasnya.

Jika itu dilakukan, menurutnya kepercayaan pasar akan baik. Berefek domino pada pertumbuhan ekonomi.

“Sehingga trust investor kembali baik investasi dapat dilakukan lagi perekonomian akan normal, turn over economic kencang lagi, penciptaan lapangan pekerjaan pengangguran dan kemiskinan menurun akhirnya terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |