Mahasiswa di Makassar tolak kedatangan Jokowi (Foto: Muhsin/fajar)
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Rakernas PSI di kota Makassar diwarnai aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Keramat, pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 17.45 Wita.
Pantauan fajar.co.id, aksi yang berlangsung di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Tamalate itu mengakibatkan kemacetan panjang hingga pertigaan Jalan Alauddin-Pettarai.
Jenderal Lapangan, Fahrul Ramadan, mengatakan bahwa unjuk rasa yang dilakukan pihaknya tidak berkaitan dengan Rakernas PSI.
Hanya saja, salah satu tokoh PSI, Raja Juli Antoni, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Kehutanan (Menhut), dianggap tidak mampu bekerja.
"Kami meyampaikan permasalahan yang ada di NKRI, pertama persoalan Menhut yang diduga tidak bisa menjaga hutan," ujar Fahrul di lokasi.
Ia kemudian menarik contoh terjadinya banjir bandang di Sumatra. Fahrul menuding kebijakan Raja Juli tidak mampu menghentikan pembalakan liar di hutan Sumatra. "Aliansi menilai Menhut tidak bisa menjaga hutan," tegasnya.
Pembalakan Liar dan Perampasan Hutan
Selain itu, kata Fahrul, pembalakan liar juga diduga terjadi di Sulsel. Seperti di Kawasan Bantimurung, Kabupaten Maros.
"Ada hutan lindung yang diserobot oleh tambang dan pembakaran hutan seluas kurang lebih 6 hektare di Kabupaten Pangkep," Fahrul menuturkan.
"Selain itu kami juga menyorot permasalahan perampasan hutan di Kajang Bulukumba," tambahnya.
Massa aksi meminta agar Raja Juli serius menangani permasalahan hutan di Indonesia jika masih ingin menjabat sebagai Menteri.
Selain soal Raja Juli, massa aksi juga keras menolak rencana kedatangan Presiden ke-7, Jokowi, di Kota Makassar.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































