Dian Sandi Utama
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama, menanggapi tudingan yang menyebut dirinya gemetar dan tertekan karena berpotensi menjadi bumerang dalam polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Jokowi.
Seperti diketahui, nama Dian Sandi ikut terseret dalam pusaran perdebatan publik karena unggahannya di media sosial X dijadikan rujukan penelitian.
Dalam perkembangannya, berujung pada penetapan Roy Suryo dan kawan-kawan sebagai tersangka.
Menanggapi hal tersebut, Dian Sandi memilih bersikap terbuka dan menegaskan tidak menyesali sikap yang telah diambilnya.
Ia menyebut setiap orang memiliki keyakinan dan pilihan masing-masing dalam menyikapi persoalan yang berkembang di ruang publik.
“Hidup cuma sekali,” ujar Dian di X @DianSandiU (26/1/2026).
Ia menegaskan, dirinya tidak merasa gentar menghadapi berbagai konsekuensi yang mungkin timbul dari sikap dan pendapat yang ia sampaikan.
Baginya, bersikap konsisten terhadap keyakinan pribadi jauh lebih penting daripada larut dalam tekanan opini.
“Lakukan aja yang mau anda lakukan,” lanjutnya.
Dian juga menepis anggapan bahwa dirinya goyah atau takut menghadapi situasi yang berkembang.
Ia memastikan tetap berdiri pada keyakinannya, apa pun risiko politik maupun sosial yang harus dihadapi ke depan.
“Saya tetap berpegang pada apa yang saya yakini,” tegasnya.
Bahkan, Dian menyatakan telah menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi sebagai konsekuensi dari pernyataan dan sikapnya dalam polemik tersebut.
“Apapun ujungnya nanti saya siap!,” tandasnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































