Ketua DPP PSI Dedek Prayudi
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PSI Bidang Penelitian dan Pengembangan, Dedek Prayudi, menilai maraknya isu yang menyerang Presiden ke-7 RI, Jokowi, bukanlah sesuatu yang terjadi secara spontan.
Dedek menyebut, rangkaian tudingan dan isu liar yang beredar belakangan justru mengindikasikan adanya upaya terencana untuk merusak citra Jokowi.
Dikatakan Dedek, serangan terhadap Jokowi dilakukan secara sistematis dan diduga melibatkan aktor besar di balik layar.
"Fitnah kepada Jokowi terbaru memperlihatkan bahwa ini adalah gerakan sistematis," ujar Dedek dikutip pada Selasa (27/1/2026).
"Fitnah bertubi-tubi lewat berbagai isu perlihatkan memang ada orang besar yang mengorkestrasi serangan kepada Jokowi," tambahnya.
Dedek juga menanggapi pernyataan pakar hukum tata negara Refly Harun yang sebelumnya mengungkap klaim bahwa Eggy Sudjana sempat ditawari proyek bernilai triliunan rupiah apabila bersedia meminta maaf kepada Jokowi.
Isu tersebut mencuat di tengah proses hukum yang menjerat Eggi Sudjana bersama Damai Hari Lubis, terkait dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan penghasutan terhadap Jokowi.
Menanggapi hal itu, Dedek meminta Refly Harun agar lebih fokus menjalankan perannya sebagai advokat, ketimbang melontarkan pernyataan yang dinilai berpotensi memperkeruh situasi.
"Sebaiknya Pak Refly fokus saja kepada proses hukum yang sedang menjerat klien nya dan tidak menambah fitnah kepada Pak Jokowi lagi, kurang-kurangi berakrobat politik," imbuhnya.
Dedek menegaskan, polemik yang terus digulirkan tanpa dasar yang jelas hanya akan memperpanjang konflik dan menciptakan kegaduhan di ruang publik.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































