Chiki Fawzi. (Foto: Instagram @chikifawzi)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Chiki Fawzi, putra dari pasangan seniman Ikang Fawzi dan mendiang Marissa Haque, dicopot dari posisinya sebagai petugas haji.
Keputusan itu datang tiba-tiba, hanya dengan sepucuk kalimat dari atasan, yang menggugurkan rencananya yang telah dipersiapkan selama tiga tahun terakhir.
Peristiwa ini pun ramai diperbincangkan di media sosial, menyisakan tanya dan rasa prihatin banyak netizen.
Bukan perkara mudah sebenarnya, mendapat kesempatan untuk berangkat haji. Selain antrean panjang dan biaya furoda yang mahal, menjadi petugas haji sering dilihat sebagai salah satu jalur yang mulia.
Bukan cuma soal cepat berangkat, tapi ini tentang kesempatan untuk melayani dan berkhidmat. Jalur ini penuh tanggung jawab, bukan jalan pintas sembarangan.
Di sisi lain, kabar pencopotan itu disampaikan Chiki sendiri dengan nada yang berusaha tegar. Namun, siapa sangka kalimat pemberitahuannya justru terdengar begitu dingin dan singkat.
"Ada arahan dari atasan," ucapnya.
Kalimat itu seolah menutup semua ruang untuk bertanya lebih lanjut. Menurut sejumlah saksi di media sosial, Chiki pun memilih untuk tidak memperpanjang drama. Ia tak menginterogasi, tidak juga membuat utas panjang penuh tanya. Sikapnya justru langka di era dimana orang mudah berkomentar.
"Ya udahlah," katanya, sebuah kepasrahan yang terasa amat berat.
Padahal, mimpi menjadi petugas haji bukan rencana dadakan. Ini adalah impian yang dirawat lama, disiram doa dan kesabaran. Bayangkan saja, bisa menunaikan ibadah sambil mengabdi untuk tamu-tamu Allah. Rasanya pasti berbeda. Itu yang dirindukan Chiki.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































