Calon Wamen Pertahanan Ternyata Mata-mata Israel Menyamar Pengusaha Kaya

1 day ago 16
Eli Cohen, mata-mata legendaris Mossad yang digantung di depan umum oleh rezim Suriah pada 18 Mei 1965. (Foto NDTV)

FAJAR.CO.ID -- Banyak cara yang dapat dilakukan oleh musuh untuk mengumpulkan informasi penting yang menjadi rahasia negara sebanyak-banyaknya. Salah satunya dengan menyusupkan intelijen ke lingkaran elite pemerintahan. Intelijen itu nyaris jadi wakil menteri, sebelum akhirnya diketahui merupakan mata-mata Israel.

Ya, penyusupan intelijen alias mata-mata Israel dan nyaris menjadi wakil menteri pernah dilakukan Eli Cohen yang berhasil menyusup ke elite tertinggi Suriah pada awal 1960-an.

Salah satu agen intelijen legendaris asal Israel ini mencatatkan kisah luar biasa. Pengaruhnya cukup besar, sehingga hampir ditunjuk sebagai wakil menteri pertahanan Suriah.

Eli Cohen beroperasi dengan nama samaran Kamel Amin Thaabet. Dia tumbuh besar di Mesir sebelum akhirnya direkrut oleh Mossad, badan intelijen Israel. Cohen membangun identitas baru dengan berpura-pura sebagai pengusaha kaya Suriah.

Dalam penyamaran dan penyusupannya ke Suriah, Eli Cohen berhasil membangun jaringan kuat, bahkan berhasil masuk ke jajaran elite dengan mendekati tokoh militer dan politik Suriah. Termasuk sosok yang kemudian menjadi presiden.

Cohen menjadi figur yang dekat dengan pejabat tinggi sekaligus melakukan spionase besar. Informasi yang ia kirim ke Israel termasuk rencana militer dan lokasi bunker di Dataran Tinggi Golan.

Israel memberinya tugas menyusup ke Suriah dengan identitas dan latar belakang baru sebagai pria yang lahir dan besar di Suriah. Kamel diberi latar belakang kehidupan keluarga yang harus pindah ke Argentina bersama keluarga pada tahun 1949 untuk memulai bisnis tekstil.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |