Penyerang timnas Indonesia Malik Risaldi akhirnya mendapatkan panggilan Shin Tae Yong. (foto: dok PSSI)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Persebaya Surabaya menghadapi situasi pelik di sektor penyerang menjelang penutupan bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Hingga kini, tim berjuluk Bajul Ijo tersebut hanya memiliki satu striker murni dalam skuad, yakni Mihailo Perovic.
Kondisi ini memaksa pelatih Bernardo Tavares untuk memutar otak mencari solusi jangka pendek, termasuk mengubah peran pemain yang sudah ada.
Perovic, penyerang asal Montenegro, sejauh ini telah tampil dalam 16 pertandingan Super League 2025/2026. Namun, kontribusinya di depan gawang masih terbilang minim.
Dari jumlah penampilan tersebut, Perovic baru mencetak tiga gol. Catatan itu membuat Persebaya kekurangan variasi serangan, terutama ketika menghadapi tim-tim yang bermain bertahan dan membutuhkan sosok predator di kotak penalti.
Manajemen Persebaya sejatinya telah berupaya menambah amunisi di lini depan pada bursa transfer paruh musim.
Opsi yang disasar adalah striker lokal, dengan pertimbangan adaptasi cepat dan efisiensi regulasi pemain asing. Namun, upaya tersebut tak berjalan mulus. Sebagian besar striker lokal yang tampil konsisten sudah terikat kontrak jangka panjang dengan klub masing-masing.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares pun mengakui kesulitan tersebut. Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa kondisi bursa transfer kali ini tidak ideal bagi klub-klub yang ingin merekrut pemain lokal di tengah musim. Meski demikian, ia memastikan timnya tidak akan berhenti mencari solusi.
“Tidak mudah untuk mendatangkan pemain lokal di bursa transfer kali ini, karena pemain lokal sudah terikat kontrak,” ujar Bernardo Tavares, dikutip fajar.co.id dari laman resmi I.League.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































