Bukan Soal SDA, Benarkah Ini Alasan Luwu Raya Gagal Jadi Provinsi Saat Sulbar Lolos?

1 week ago 22
Aksi demonstrasi menuntut pemekaran Luwu Raya.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Perdebatan mengenai gagalnya pemekaran Provinsi Luwu Raya kembali menjadi perdebatan hangat di ruang publik.

Kali ini, komentar datang dari akun Facebook NR Daeng yang mengulas perbandingan antara Luwu Raya dan Sulawesi Barat.

Dua wilayah yang sama-sama mengajukan pemekaran pada era awal 2000-an, namun berakhir dengan nasib berbeda.

Dalam ulasannya, NR Daeng menegaskan bahwa pemekaran wilayah sejatinya bukan ditentukan oleh melimpah atau tidaknya sumber daya alam.

Faktor paling menentukan justru terletak pada kematangan strategi politik dan kemampuan konsolidasi elite daerah dalam memperjuangkan tujuan bersama.

Sulawesi Barat tercatat resmi menjadi provinsi pada 2004, di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Pada periode yang sama, Luwu Raya juga mengajukan diri untuk dimekarkan dari Sulawesi Selatan. Namun, sejarah hanya mencatat satu yang berhasil.

Menurut NR Daeng, kegagalan Luwu Raya bukan disebabkan minimnya potensi.

Justru sebaliknya, wilayah ini dinilai unggul dari sisi sumber daya alam, posisi geografis, sejarah politik, hingga basis ekonomi.

Masalah utamanya terletak pada lemahnya konsolidasi dan absennya desain besar perjuangan.

Ia menilai keberhasilan Sulawesi Barat tak lepas dari soliditas para tokoh dan pemangku kepentingannya.

Perbedaan kepentingan lokal disisihkan demi satu tujuan besar. Seluruh elemen bergerak dalam satu barisan, dengan narasi dan peta jalan perjuangan yang sama.

Kondisi berbeda terjadi di Luwu Raya. Perjuangan dinilai terfragmentasi karena masing-masing daerah lebih fokus memperjuangkan pemekaran kabupaten sendiri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |