Beredar Tujuh Menteri yang Bakal Direshuffle, Maria Alkaff: Wah, Serius?

5 days ago 19
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tujuh menteri santer dikabarkan bakal direshuffle. Hal ini menjadi perbincangn publik.

Salah satu yang menyorotinya Pegiat Media Sosial, Maria Alkaff. Dia menyebut, jika itu terjadi, maka akan jadi kesekian kalinya.

“Kalau ini benar terjadi, artinya Prabowo melakukan 5 kali reshuffle terhitung sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu,” tulis Maria dikutip dari unggahanya di X, Kamis (29/1/2026).

“Wah, serius?” tambahnya.

Isu ini diketahui mencuat usai kosongnya kursi posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Sebelumnya diisi Thomas Djiwandono, namun ditinggalkan karena dia mengisi kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Sementara itu, istana mengonfirmasi kosongnya jabatan yang ditinggalkan Thomas. Hal itu diungkapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari.

Soal apakah reshffle memang bakal digelar, dia tak tahu pasti. Namun jika pos Wamnkeu yang ditinggal Thomas bakal diisi, menurutnya bisa saja.

“Iya, mungkin karena Pak Tommy ke deputi kan? Kan ada yang lowong? Ya itu, ya bagus saja itu. Kalau itu kan logis saja. Berarti kan harus ada yang diisi, kan?,” kata Qodari kepada jurnalis di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jalan Veteren, Jakarta Pusat, Rabu (28/1).

Hak Prerogatif Presiden Prabowo

Namun, Qodari belum mengetahui siapa yang bakal mengisi posisi Wamenkeu tersebut. Ia menegaskan, posisi Kabinet Merah Putih sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

“Yang pasti begini, Presiden kalau bicara reshuffle pasti kriterianya adalah kinerja, pencapaian target-target,” tegasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |