Kiper Benfica, Anatoliy Trubin.
FAJAR.CO.ID, LISBON -- Rabu 29 Januari 2026, dini hari WIB, menjadi malam yang tak terlupakan di Estadio da Luz. Benfica sudah mencetak 3 gol melawan raksasa Spanyol, Real Madrid, yang telah melesakkan 2 gol pada laga krusial Liga Champions.
Meski unggul dengan skor yang beda tipis, hal itu membuat kemenangan nyaris tak berarti. Hingga detik-detik terakhir, Benfica masih terancam tersingkir.
Namun, situasi berubah total berkat aksi heroik sang penjaga gawang, Anatoliy Trubin, yang mencetak gol penentu di masa injury time.
Skor Tipis yang Belum Cukup
Meski unggul 3-2 hingga waktu tambahan, suasana di tribun masih tegang. Klasemen grup saat itu menunjukkan bahwa satu gol lagi mutlak dibutuhkan Benfica. Tanpa itu, perjalanan mereka di Eropa tamat. Tekanan itu mencekam. Di sisi lain, pelatih Jose Mourinho justru mengambil langkah berani yang kemudian menjadi legenda.
Saat tendangan bebas terakhir diberikan untuk Benfica, ia memerintahkan kipernya, Trubin, untuk maju ke kotak penalti lawan. Keputusan yang tampak nekat itu berbuah emas.
Denting Sundulan Kiper yang Mengguncang Madrid
Bola umpan silang melayang ke kotak penalti. Anatoliy Trubin, kiper asal Ukraina itu, melompat dan menyundulnya dengan keras. Bola meluncur deras ke gawang Madrid, tak bisa dihalangi. Estadio da Luz langsung meledak.
Pemain-pemain Benfica berlarian tak karuan merayakan gol penyelamat itu, sementara Trubin sendiri merayakannya dengan sliding yang penuh emosi.
"Gol yang luar biasa dan sangat emosional. Ini momen bersejarah bagi Benfica. Mengalahkan Real Madrid selalu punya arti besar, apalagi dengan cara seperti ini,” ungkap Mourinho, dikutip dari Bcc.com.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































