Pohon tumbang di depan Kampus UIM Makassar.
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar baru saja mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Peringatan yang berlaku mulai 2 hingga 4 Februari 2026 itu menyoroti potensi risiko banjir dan longsor, meski dengan tingkat yang berbeda-beda. Informasi ini disebarluaskan melalui akun Instagram resmi mereka, @bmkgsulsel, sebagai bagian dari sistem Informasi Prediksi Berbasis Dampak (IBF).
Daftar Wilyah yang Perlu Siaga
Menurut pantauan BMKG, ancaman terbesar adalah banjir. Beberapa kabupaten dan kota diprediksi akan mengalami dampak dalam tiga hari berturut-turut. Pada tanggal 2 Februari, wilayah yang perlu waspada meliputi Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar.
Esok harinya, tanggal 3 Februari, daftar itu bertambah dengan dua wilayah baru: Luwu Timur dan Luwu Utara. Sementara untuk tanggal 4 Februari, prediksi dampak masih menyasar Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Takalar, dan Luwu Utara.
Di sisi lain, untuk risiko tanah longsor, situasinya tampak lebih terkendali. BMKG menyebut potensi longsor dalam periode yang sama masih nihil atau sangat kecil. Namun begitu, masyarakat di daerah perbukitan dan lereng tetap diminta untuk tidak lengah.
Arti Status "Waspada" hingga "Awas"
Lantas, apa sebenarnya arti dari status-status yang dikeluarkan BMKG ini? Mari kita uraikan satu per satu.
Status Dampak Waspada diberikan ketika tingkat keparahan dampak diprediksi antara 25% sampai 50%. Dalam kondisi ini, longsor skala kecil mungkin saja terjadi, misalnya guguran tanah atau batuan di lereng curam yang bisa menghalangi jalan. Untuk banjir, genangan yang mungkin muncul relatif rendah, sekitar 0 hingga 0,2 meter, bersifat lokal, dan biasanya cepat surut.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































