Ilustrasi Whip Pink
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Whip Pink tiba-tiba ramai diperbincangkan menyusul kasus meninggalnya seorang influencer yang ditemukan telah membiru di apartemen miliknya.
Banyak yang mengaitkan kematian influecer tersebut dengan produk Whip Pink ini. Whip Pink ini adalah sebuah produk tabung gas kecil beriskan nitrous oxide (N₂O). Sesuai dengan namanya, kemasannya dominan berwarna merah muda.
Dalam industri kuliner, bahan ini legal digunakan untuk membantu membuat krim kocok. Perlu diketahui, whip pink tidak berisi krim kocok hanya berfungsi sebagai propelan yang bertugas mengeluarkan whipped cream. Gas ini tidak untuk dihirup.
Di dunia medis, Dilansir dari Alomedia diungkap dr Queen Sugih Ariyani penggunan nitrous oxide ini dibatasi dan selalu dikombinasi dengan oksigen. Hal ini karena potensi anestesinya rendah yang membuatnya tidak digunakan sebagai agen tunggal.
Penggunaanya sebagai agen tunggal membutuhkan minimal alveolar concentration sebesar 104% untuk bisa membuatnya berperan sebagai anestesi umum.
Gas ini hanya bisa menjadi agen tunggal pada pasien yang butuh sedasu parsial meliputi anak-anak yang menjalani perawatan gigi.
Sayangnya, gas ini seringkali disalahgunakan untuk dihirup. Berbahaya lagi penggunaannya tanpa oksigen. Efeknya bisa buat orang nge-fly secara singkat.
N₂O adalah golongan anestesi inhalasi yang penggunaannya pada anestesi umum untuk pembedahan dan untuk anelgesik serta axiolystik pada prosedur perawatan gigi.
Sebutan lainnya adalah gas tertawa atau laughing gas. Gas ini tidak membuat ketergantungan. Namun, sensasi singkat yang dihasilkan membuat penggunanya menggunakan dalam waktu yang berdempetan.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































