Presiden Prabowo Subianto memimpin Taklimat Awal Tahun yang diikuti seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). Foto: BPMI Setpres
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kader PDI-P, Jhon Sitorus merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menantang pihak-pihak yang tidak menyukai kepemimpinannya untuk bertarung secara konstitusional pada Pemilihan Presiden 2029.
Melalui akun media sosialnya, Jhon menyatakan tidak sepaham dengan pola pikir yang disampaikan Prabowo. Menurutnya, sebagai kepala negara, Prabowo seharusnya lebih fokus pada perbaikan kinerja, bukan melontarkan tantangan politik.
“Kalau kerja lo benar, kita juga akan suka lo dengan sendirinya,” ujar Jhon Sitorus, dikutip fajar.co.id, Selasa (3/2/2026).
Kritik soal MBG
Jhon juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibanggakan Prabowo karena diklaim mampu menciptakan satu juta lapangan kerja. Menurut Jhon, klaim tersebut perlu dibarengi dengan evaluasi serius.
“Enggak perlu bikin sensasi. MBG evaluasi—banyak keracunan. Lapangan kerja buka, keluar dari BoP,” tulisnya.
Ia menilai, sebagai pemegang kendali kekuasaan, Prabowo seharusnya lebih berhati-hati dalam berimprovisasi, terutama dalam pernyataan publik.
“Dan paling penting, kalau pidato jangan banyak improvisasi dengan diksi-diksi yang enggak tepat. Kebanyakan blunder,” tandas Jhon.
Prabowo Tantang Oposisi Bertarung di 2029
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar ketidaksukaan terhadap individu atau kelompok tertentu tidak dijadikan alasan untuk merusak stabilitas bangsa.
“Kalau saudara tidak suka dengan dua atau tiga orang, jangan merusak seluruh bangsa,” tegas Prabowo.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































