Adaptasi Terhadap Potensi Bencana Mendesak Bagi Negeri

5 days ago 18
Andi Muhammad Jufri, Praktisi Pembangunan Sosial

Oleh: Andi Muhammad Jufri, Praktisi Pembangunan Sosial

FAJAR.CO.ID — Bencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning Desa Pasirlangu Kec. Cisarua Kabupaten. Bandung Barat (Jumat, 23 Januari 2026) lalu, membuat kita prihatin. Sudah 53 kantong "body part" (kantong jenazah) korban longsor diserahkan Badan SAR Nasional (Basarnas) kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI). (SindoNews, 28 Januari 2026).

Bencana longsor menjadi peristiwa reguler yang memakan korban jiwa di negeri ini. Padahal 18 tahun lalu, telah terpetakan sedikitnya 918 lokasi rawan longsor yang tersebar di berbagai daerah, dengan potensi tinggi di Pulau Jawa. Sekitar 75% wilayah rawan tanah longsor berada di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bencana ini mengancam sekitar 1 juta jiwa, dengan kerugian tahunan mencapai Rp 800 miliar (www.esdm.go.id, 4 Februari 2008). Pada daerah rawan tersebut, ada sekitar 40,9 juta warga bermukim (Voice Of America, 3 Januari 2019).

Semakin bertambahnya penduduk dan pemanfaatan sumber daya alam yang merusak, semakin memperluas dan memperbanyak daerah rawan longsor. Sepanjang tahun 2025, ada 218 kejadian bencana tanah longsor (Data BNPB, Per Tanggal 4 Desember 2025).

Bencana longsor yang menelan korban jiwa telah memperlihatkan betapa kita semua, lalai dalam mengantisipasi potensi bencana yang mungkin akan datang di tempat-tempat rawan longsor tersebut. Secara kasat mata, pemukiman yang terletak di pinggiran bukit atau gunung, di pinggiran jurang atau lembah, akan mengalami kerawanan tertimbun longsoran pohon, batu, kerikil dan tanah pengunungan. Demikian juga, dipinggiran lembah atau jurang, gesekan dan gerakan tanah di lereng lembah, dapat mengancam jatuhnya rumah ke dalam jurang dan lembah tersebut. Pengetahuan ini sudah kita miliki. Tapi mengapa pemukiman masih terus berkembang di wilayah -wilayah rawan tersebut ? keberadaan pemukiman juga tidak mempertimbangkan aspek keselamatan. Setiap saat bila longsor terjadi, khususnya saat lengah ketika penduduknya tidur, dipastikan pemukiman tersebut menjadi kuburan massal seketika.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |