Abraham Samad Ungkap Tekanan Reformasi Polri saat Temui Prabowo, Desak Agar Listyo Sigit Diganti

9 hours ago 11
Mantan Ketua KPK, Abraham Samad

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, mengungkapkan isi pertemuan sejumlah tokoh nasional dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di kediaman Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Abraham menyebut para tokoh yang hadir sepakat mendorong reformasi kepolisian, yang dinilai harus dimulai dengan pergantian Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam pertemuan itu antara lain mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu, Peneliti Senior BRIN Siti Zuhro, serta Abraham Samad sendiri.

“Pak Susno banyak menyoroti soal reformasi kepolisian. Dalam diskusi itu terlihat bahwa semua tokoh yang diundang sepakat perlu dilakukan reformasi di tubuh Polri,” ujar Abraham Samad, dikutip fajar.co.id, Selasa (3/2/2026).

Reformasi Polri Dinilai Tak Cukup Tanpa Ganti Kapolri

Menurut Abraham, kesepakatan tersebut disertai satu catatan krusial. Reformasi kepolisian, kata dia, tidak akan bermakna tanpa pergantian pucuk pimpinan Polri.

“Dengan catatan, reformasi kepolisian baru bisa dinyatakan ada dan berhasil kalau mengganti pucuk pimpinan Kapolri. Kira-kira begitu dalam diskusi itu,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa reformasi Polri yang dibahas dalam pertemuan tersebut bersifat struktural, bukan sekadar perbaikan prosedural.

Demokrasi dan Pemilu Ikut Dibahas

Selain isu reformasi Polri, Abraham juga mengungkapkan topik lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Ia menyebut Siti Zuhro lebih banyak menyampaikan pandangan terkait demokrasi, sistem kepartaian, dan mekanisme pemilu di Indonesia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |