Presiden Iran, Masoud Pezeshkian - irna
FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran mungkin akan melanjutkan negosiasi dengan AS, jika kondisinya bebas dari ancaman dan selaras dengan kepentingan nasional.
Masoud Pezeshkian mengatakan, ia telah menginstruksikan menteri luar negerinya untuk menjajaki negosiasi dengan Amerika Serikat, menanggapi permintaan dari pemerintah-pemerintah sahabat di kawasan setelah usulan dari presiden AS.
Dalam pernyataan yang diposting di X, Pezeshkian mengatakan langkah ini diambil setelah inisiatif yang diajukan oleh Presiden AS, Donald Trump, menekankan bahwa setiap pembicaraan akan sepenuhnya bersyarat dan tunduk pada kepentingan nasional Iran.
“Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri saya, dengan syarat adanya lingkungan yang sesuai—yang bebas dari ancaman dan harapan yang tidak masuk akal—untuk melanjutkan negosiasi yang adil dan merata, yang dipandu oleh prinsip-prinsip martabat, kehati-hatian, dan kelayakan,” tulis Pezeshkian.
Iran dan Amerika Serikat telah tanpa hubungan diplomatik formal selama beberapa dekade, dengan negosiasi mengenai program nuklir Iran berulang kali terhenti di tengah perselisihan mengenai sanksi, kebijakan regional, dan jaminan keamanan.
Pernyataan Pezeshkian menunjukkan bahwa Teheran mencari jaminan bahwa pembicaraan yang diperbarui tidak akan dilakukan di bawah tekanan atau tuntutan paksaan.
Ajak Dialog Sambil Kerahkan Militer di Timur Tengah
Amerika Serikat berencana untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran, bahkan ketika Washington menempatkan kekuatan angkatan laut yang kuat di kawasan itu dan meningkatkan ancamannya, kata Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































