Billie Eilish pemenang Grammy 2026 menyampaikan protesnya terhadap kebijakan Trump.
FAJAR.CO.ID, LOS ANGELES -- Malam puncak penghargaan musik dunia, Grammy Awards 2026, ternyata tak hanya diwarnai oleh gemerlap piala dan performa spektakuler.
Ajang yang digelar di Los Angeles itu justru lebih banyak dibicarakan karena menjadi ruang bagi para pemenangnya untuk menyampaikan kritik sosial tajam, terutama menyoroti operasi badan imigrasi AS, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Sorotan dari Panggung Utama
Suasana langsung berubah ketika Billie Eilish naik ke panggung untuk menerima penghargaan. Di hadapan jutaan pasang mata yang menonton, penyanyi itu tak banyak bicara soal musik. Dengan lantang, ia menyampaikan pesan yang langsung mengguncang.
“No one is illegal on stolen land,” ucapnya tegas, kalimat yang merujuk pada sejarah pendudukan tanah masyarakat adat dan kebijakan imigrasi kontroversial di Amerika Serikat. Pernyataannya itu seketika menyebar seperti wildfire di media sosial dan pemberitaan internasional.
Gelombang Solidaritas: Dari Pidato Hingga Karpet Merah
Namun begitu, Eilish bukan satu-satunya. Bintang reggaeton Bad Bunny juga tak kalah vokal. Dalam momen kemenangannya, ia secara terbuka menyerukan agar ICE dibubarkan. Artis asal Puerto Rico itu menekankan bahwa para imigran adalah manusia yang harus diperlakukan secara bermartabat.
“ICE out,” serunya dari atas panggung, disambut riuh tepuk tangan sebagian penonton. Aksi simboliknya ternyata punya teman. Di karpet merah sebelumnya, beberapa musisi sudah terlihat mengenakan pin bertuliskan “ICE Out” di lapel jas atau gaun mereka. Sebuah pernyataan tanpa kata-kata yang maknanya sangat jelas.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































