Joko Widodo atau Jokowi
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Perbedaan penggunaan materai pada ijazah Joko Widodo memicu diskusi mengenai keasliannya, meskipun pihak terkait menegaskan bahwa perbedaan nominal materai adalah hal lumrah saat itu dan tidak menggugurkan keabsahan.
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, kembali menekankan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI itu tetap asli dan sah meskipun terdapat perbedaan penggunaan materai dibandingkan dengan sejumlah rekan seangkatannya.
Dian menyebut perbedaan administrasi tersebut tidak bisa serta-merta dijadikan dasar untuk meragukan keabsahan dokumen akademik Jokowi.
Menurutnya, praktik administrasi kampus pada masa lalu memiliki fleksibilitas yang berbeda dengan standar di zaman ini.
“Saya bukan ngotot, tapi berikan fakta,” tegas Dian di X @DianSandiU dikutip pada Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa fleksibilitas administrasi tidak hanya terjadi di Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat Jokowi menempuh pendidikan, tetapi juga berlaku di banyak perguruan tinggi lain di Indonesia pada era tersebut.
“Fleksibilitas administrasi bukan hanya di UGM termasuk juga kampus yang lain,” katanya.
Dian menambahkan, variasi penggunaan materai dalam dokumen akademik pada masa lalu merupakan hal yang lazim.
Bahkan, ia menyebut ada dokumen yang menggunakan materai dengan nominal sangat kecil hingga akhirnya tidak lagi menggunakan materai sama sekali.
“Bahkan ada yang pakai materai 25 perak sampai akhirnya tidak bermaterai sama sekali,” ungkapnya.
Karena itu, Dian meminta publik lebih bijak dalam menilai persoalan ijazah Jokowi dengan menggunakan pendekatan historis, bukan dengan standar administrasi modern yang diterapkan secara kaku.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































